Teknologi

Bagaimana Komunikasi Pesawat Luar Angkasa dengan Orang di Bumi?

Taukah anda, siapa orang yang pertama kali ke luar angkasa?

Ya, manusia yang pertama kali keluar angkasa yaitu orang Uni Sovyet, Yuri Gagarin pada 12 April 1961 menggunakan Vostok 1.

Yang jadi pertanyaan kita saat ini adalah, bagaimana cara orang yang begitu jauh dari bumi (luar angkasa) bisa berkomunikasi ke bumi?

Kita tahu bahwa di luar angkasa itu ruang hampa udara, sedangkan suara manusia hanya bisa dihantarkan oleh udara.

“Suara tidak bisa dihantarkan di ruang hampa udara, tapi cahaya dan beberapa bentuk radiasi elektromagnetik bisa! seperti contohnya gelombang radio”

Komunikasi Pesawat Luar Angkasa Dengan Bumi

Deep Space Network (DSN), susunan teleskop radio menggunakan antena parabola yang digunakan untuk berbicara dengan 33 pesawat angkasa (tidak semuanya NASA) yang berada di sekitar tata surya.

Tiga fasilitas di antaranya adalah Goldstone di hamparan Gurun Mojave yang terpencil dan bebas dari gangguan, Madrid Deep Space Communications Complex (MDSCC) di Spanyol, dan Canberra Deep Space Communication Complex (CDSCC) di Australia, yang melacak Apollo Lunar Module jika tersesat di luar angkasa.

DSN menggunakan sinyal akhir Cassini untuk mengetahui massa misterius B-ring, sesuatu yang tidak bisa dipahami oleh astronom selama bertahun-tahun sebelum satelit membawa ke Saturnus. Ia dapat mengetahui jarak pesawat ruang angkasa dari Bumi berdasarkan sinyal satelit.

Seperti dilansir dari syfywire, DSN juga mentransmisikan gambar moonwalk pertama kali ke TV di Bumi.

Komunikasi Astronot di Luar Angkasa

Nah, bagaimana dengan para astronot, mereka saling berkomunikasi dengan cara apa?

Para astronot mempunyai semacam peralatan di helm mereka yang mengubah gelombang suara mereka menjadi gelombang radio dan mengirimnya ke bumi atau rekan mereka di luar angkasa.

Ini persis sama dengan bagaimana radio di rumah bekerja. Gelombang radio sering dianggap sebagai bentuk suara karena penggunaan mereka dengan cara ini, tetapi gelombang radio bukan gelombang suara, mereka adalah bentuk radiasi elektromagnetik analog dengan cahaya yang tampak, dan karenanya dapat merambat melalui ruang hampa udara.

Intinya, gelombang radio itu bukan suara, jadi tidak perlu udara untuk menghantarkannya, tapi gelombang radio itu adalah sejenis cahaya! cahaya tidak memerlukan udara untuk menghantarkannya, tapi peralatan di helm kita akan menerjemahkan cahaya tersebut dalam bentuk suara.

Begitulah cara komunikasi dari luar angkasa ke bumi, mungkin ada yang ingin menambahkan?

Tags

si-amin

Seringkali kita mengira berbagi hanya membahagiakan orang lain. Nyatanya, kebahagiaan yang dirasakan orang tersebut menular pada si pemberi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close